Sabtu, 12 Mei 2012

Happy Feet 2


Happy Feet 2 memang tidak jauh berbeda dengan film pertamanya, ada penguin, musik dan tarian. Hanya saja kali ini, Happy Feet 2 menyuguhkan dampak Global Warming di kutub. Film ini menceritakan tentang Mumble (Elijah Wood) dan Gloria (P!nk) yang kini sudah menikah dan memiliki seorang anak bernama Erik (Ava Acres). Suatu ketika, ada sebuah kejadian yang mengancam nyawa para penguin di Emperor Land, kejadian itu membuat Mumble, Erik serta semua penguin lainnya harus bersatu dan menari bersama untuk menyelamatkan penguin Emperor dari kematian.

Well, di film pertamanya, Happy Feet tampak begitu menyenangkan untuk ditonton dengan musik-musiknya yang powerful dan premis yang absurd tapi menarik. Tapi sayangnya, tidak ada sesuatu yang berbeda dari film pertama dan film keduanya ini. Selain itu, menurutku kehadiran dua krills, Will dan Bill yang tampil dengan peran hampir sama seperti Scart dari film Ice Age, kesannya terlalu dipaksakan untuk masuk ke sebuah film tentang penguin. Tapi meski begitu, harus aku akui bahwa kualitas visualnya kali ini jauh lebih baik daripada film pertamanya! Karena tampak sangat realistis, meskipun karakter gajah lautnya sempat terlihat a bit cartoony di beberapa adegan, tapi masih tetap layak untuk di tonton :)

Salah satu lagu soundtrack dari film ini yang membuatku terkagum-kagum adalah Bridge of Light, yang memang khusus diciptakan untuk film ini. Suara indah P!nk rasanya mampu membuat para pendengar seperti berada di surga, yang indah, tentram dan penuh kebahagiaan. Dan jujur, setiap kali aku mendengarkan lagu ini, aku selalu merinding. Berikut videonya:


Btw, untuk pertama kalinya, aku kembali membeli VCD film, dan Happy Feet 2 adalah VCD pertama yang aku beli di tahun 2012 ini. Aku membeli VCD ini kemarin sepulang sekolah di Istana Plaza, awalnya aku ingin membeli DVD, tapi karena aku hanya membawa uang seratus ribu, jadi aku memutuskan untuk membeli VCD saja, sisanya aku belikan sebuah hadiah ulang tahun untuk sepupuku hehe... Well, ngomongin tentang VCD, (Maaf jadi out of topic) Aku sendiri lupa VCD apa yang terakhir aku beli, yang pasti, ketika teknologi semakin maju dan canggih, teknologi-teknologi di masa lalu sering kita lupakan :(


Balik lagi tentang Happy Feet 2, secara overall film ini sangat cocok untuk anak-anak, karena mampu menularkan kebahagiaan dan memberikan pesan moral yang mudah untuk dipahami.
Aku sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton bersama keluarga atau teman :)

Jumat, 11 Mei 2012

Turut Berduka Cita


Aku ingin mengucapkan turut berduka cita atas kepergian teman kami, Krismonaldi. Semoga ia bisa diterima disisi Tuhan yang maha esa, amal ibadahnya dapat diterima dan dosa-dosa yang pernah ia perbuat dapat di maafkan, karena tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Selain itu, semoga keluarganya juga diberikan ketabahan.

Almarhum dinyatakan meninggal dunia hari Jumat tanggal 11 Mei 2012 atau tepatnya hari ini. Kami menerima kabar menyedihkan ini di sekitar jam 11 atau saat kami sedang belajar pelajaran IPS. Saat itu, gurunya sedang tidak mengajar, jadi aku dan beberapa temanku hanya mengerjakan LKS, tapi suasana yang awalnya tenang tiba-tiba berubah menjadi gaduh ketika guru piket kami mengumumkan tentang kabar meninggalnya Krismonaldi ini. Beberapa temanku menangis histeris, terutama Sharas, yang katanya memang dekat dengannya. Padahal Sharas dan beberapa teman-teman kami telah merencanakan untuk menjenguk almarhum sepulang sekolah hari ini di rumah sakit. Krismonaldi meninggal setelah berusaha keras melawan penyakit Leukemia atau yang lebih kita kenal dengan sebutan "Kanker Darah". Berikut penjelasan tentang penyakit ini yang aku dapatkan dari Wikipedia:

Kanker Darah merupakan penyakit dalam klasifikasi kanker (istilah medis: neoplasma) pada darah atau sumsum tulang yang ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid, umumnya terjadi pada leukosit (sel darah putih). Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia memengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita. Kata leukemia berarti darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya. Pada tahun 2000, terdapat sekitar 256,000 anak dan dewasa di seluruh dunia menderita penyakit sejenis leukemia, dan 209,000 orang diantaranya meninggal karena penyakit tersebut. Hampir 90% dari semua penderita yang terdiagnosa adalah dewasa.

Well, seseorang tidak akan pernah tahu sampai kapan ruh yang berada di dalam dirinya akan di cabut oleh Tuhan. Kita hampir sering menemui orang-orang yang berbangga ria dengan umurnya, seakan sudah menjadi sesuatu yang umum di kehidupan masyarakat kita jika kematian itu akan datang ketika umur seseorang telah menginjak usia renta. Anak-anak di jaman ini mulai melakukan banyak dosa dan melupakan ibadah yang seharusnya wajib ia lakukan. "Mumpung masih muda" sebuah jawaban yang singkat dan tanpa berbelit-belit ini sering keluar dari mulut anak-anak muda ketika orang tua atau siapapun yang sedang menasehatinya. Mereka seakan lupa bahwa kematian itu bisa datang kapan saja. Krismonaldi masih sangat muda, tapi Tuhan telah berkehendak bahwa perjalanan hidupnya harus berhenti sampai disini.

Jadi, jangan buang waktu berhargamu, sebelum tidak ada lagi kesempatan untuk merubahnya.

Rabu, 09 Mei 2012

Hamil Diluar Nikah


Hari ini ada KDA di sekolahku, entah KDA itu singkatan apa, tapi intinya, seorang guru di sekolahku memberikan sebuah ceramah singkat, dan ceramahnya membahas tentang "hamil diluar nikah" yang menimpa anak-anak usia sekolah. Di jaman sekarang ini, banyak anak-anak muda yang berakhir dengan hamil diluar nikah. Apapun yang menyebabkan hamil diluar nikah ini, yang pasti adalah kurangnya pengawasan orang tua dan si anak yang merasa bebas melakukan apapun yang ia inginkan. Well, tadi guruku juga bilang, beliau sempat mendengarkan kabar yang menyedihkan, katanya ada seorang anak SD, umurnya sekitar 11 atau 12 tahun, yang mengikuti Ujian Nasional dengan kondisi hamil 2 bulan! Buset, disitu aku langsung merinding. Ya Tuhan, aku enggak sanggup membayangkan jika ia melahirkan kelak! Anak sekecil itu pastinya belum siap mental dan fisiknya untuk melahirkan! Lalu bagaimana dengan anak yang akan ia lahirkan nanti?

Dan sekarang, bagaimana nasibnya? Apakah ia kini sudah "dipaksa" untuk menikah? Mungkin, aku masih terlalu muda untuk membahas kasus seperti ini, tapi rasanya aku juga kasihan terhadap kawan-kawanku yang juga hamil diluar nikah, mereka sudah "dipaksa" untuk menikah demi memperbaiki nama baik keluarganya. Dan selain untuk memperbaiki nama keluarga, pernikahan ini dimaksudkan juga untuk kepentingan sang bayi yang ada dalam kandungan. Tapi, bagaimana jadinya jika kedua anak tersebut masih berusia sekolah? Apakah sang ayah harus bekerja ketika ia sendiri belum siap untuk itu?

Aku jadi teringat salah seorang teman masa kecilku, panggil saja Lilia. Aku sama sekali enggak pernah menyangka bahwa ia telah hamil diluar nikah, karena dari dulu sampai sekarang, aku mengenalnya sebagai anak yang punya otak encer dan telah mencetak banyak prestasi mengagumkan. Aku merasa sangat sedih ketika mendengar ia akan menikah, padahal dia baru saja selesai Ujian Nasional tingkat SMA. Sangat disayangkan, anak secerdas dia harus punya masa depan kelam hanya karena hamil diluar nikah! Dan menyedihkannya lagi, rencananya untuk kuliah pun harus batal :(

Tapi hal yang membuatku geram adalah ketika para ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar rumahku, membicarakan tentang hamil diluar nikah yang menimpa temanku ini, dan menjelek-jelekannya! Rasanya, ingin sekali marah, tapi aku sadar meskipun aku ngebacot sampai berbusa, mereka enggak akan mau dengar! Selain itu, aku juga harus menghormati mereka yang lebih tua daripada aku, aku enggak ingin dicap sebagai anak yang tidak punya sopan santun, jadi aku hanya bisa diam saja. Dan jujur, aku juga khawatir tentang psikologis anaknya kelak, aku pikir rasanya pasti enggak enak hidup dari lahir dengan cap "anak haram" dari masayarakat sekitar.

Jadi, bagi kalian yang punya teman atau anggota keluarga yang hamil diluar nikah, tolong berikanlah dukungan moril kepadanya. Dan jangan mendesak-desaknya untuk menikah, karena pernikahan itu adalah sebuah komitmen seumur hidup, bukan sebuah tindakan mengkoreksi kesalahan atau dosa.